Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Sewindu Gus Dur : Meneladani Kegemaran Gus Dur Melelui Pojok Baca Nahdliyin

Gambar
Almaghfurlah KH.Abdurrahman Wahid Oleh : Arif Budiman Mahdy Saat melalui sebuah Jalan di Kota Cilacap,pandangan Saya tertuju pada sebuah Spanduk besar yg terpampang di halaman Masjid. Spanduk besar bertuliskan Jamaah Masjid tersebut akan memperingati acara Sewindu Haul dari Almaghfurllah KH. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ),Mantan Presiden Negara Kita. Sesaat Saya tertegun...Laku apa sebenarnya yg dahulu semasa Beliau ( Gus Dur ) masih hidup telah Beliau lakukan ? Jutaan Rakyat Indonesia dari Jakarta hingga pelosok Cilacap mengenang Beliau dan mereka sungguh antusias ? Mengutip pendapat dari KH. Mustofa Bisri ( Gus Mus ),Gus Dur dicintai oleh Rakyat karena Beliau dahulu juga mencintai Rakyat dengan sepenuh hatinya.cukup ?? Gus Dur ini ibarat Kitab tersendiri menurut saya. Sebuah Kitab yg bebas tafsir bahkan bebas makna.Gus Dur Pejuang Demokrasi ? Ya ! Gus Dur Pejuang Pluralisme ? Ya ! Gus Dur Pejuang Humanisme ? Ya ! Gus Dur sarat makna termasuk bebas memaknai Beliau secara positif atau m...

Tentang Penjelasan Hukum Memperingati Hari Ibu,Kami tidak Sepakat dengan Ustadz Abdul Shomad

Gambar
Oleh : Arif Budiman Mahdy Saya hanya sekilas melihat potongan video dimana Sosok Dai Muda,Ustadz Abdul Shomad Lc,MA ini mengatakan Haram Hukumnya mengucapkan Selamat Hari Ibu. Dalam potongan video yg juga bisa Kita lihat di Youtube ini, Beliau menyebut bahwa tradisi atau ucapan Selamat Hari Ibu berasal dari Barat ( Kafir ? ) dan meniru atau melakukan tradisi mereka, maka hal tersebut sama hukumnya dengan mengikuti mereka.sebuah Qaidah yg Beliau kutip " Man Tasyabbaha fahuwa Minhum " Saya pribadi mengagumi Beliau. Kedalaman Ilmu Agama nya dan kealiman Beliau saya hormati.latar belakang pendidikan Beliau jg mengagumkan.S1 di Al Azhar dan S2 nya di Maroko.toppp dach (y) (y) Beliau NU ? Jelas Beliau NU ! Beliau Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa'il PWNU Riau.Lembaga yg diisi oleh Orang Orang yg memiliki kualitas dan kredibilitas mumpuni dalam masalah ilmu Agama. Tapi mohon maaf sebelumnya, terkait dengan statement pengharaman Beliau atas ucapan selamat Hari Ibu,Sekali lagi mohon...

Pelajaran dari Seorang Pemulung

Gambar
Image Source : Liputan6.com Ada pelajaran dari seorang pemulung yang dapat diambil hikmahnya untuk bekal kehidupan sosial kita,berikut ini ceritanya. Pada zaman bahula,orang tuaku bilang,"belajar sing temen ben pinter,mene sing gede ben dadi dokter".(belajar yang rajin biar pintar,nanti besar bisa jadi dokter) Ternyata memang benar kata beliau,untuk jadi dokter syaratnya harus pinter,dan pinternya gak cukup di dalam otak saja,akan tetapi Negara harus mengakuinya juga. untuk mendapat pengakuan Negara tersebut butuh usaha,waktu dan tak sedikit biaya. Doktrin itu nyatanya ngangenin (sprite keleuesss....😀), terlalu kuat mengakar di otakku sehingga dengan gampangnya bisa memberikan label pinter untuk mereka yang memiliki jabatan dan profesi yang memang dibutuhkan kecerdasan otak dan pengakuan negara untuk mendapatkannya.kalau sebaliknya sudah pasti tidak pinter. Namun,Doktrin yang sudah lama menjadi keyakinan ini tiba-tiba buyar saat Aku bertemu dengan seorang pemulung.ya....seor...